Saturday, November 16, 2013

Dokter

Siang ini saat saya lagi berada di RS, selesai SOAP pasien, saya sedikit dikejutkan dengan pertanyaan teman saya mengenai status BBM yang sedang ramai tadi malam. Saya jawab saya tidak tahu apa-apa, malam itu saya tidur cepat sehingga tidak melihat ada apa dengan status BBM tersebut. Setelah itu saya ditunjukkan sebuah foto oleh teman saya tersebut, dan sangat kaget. "masa itu yang ngomong beliau beneran?"
Maklum, saya sekarang sudah agak jarang mendengar berita/menonton TV.

Baru saja saya iseng searching di google, dan nemu artikel yang cukup menarik mengenai seorang dokter di indonesia. artikel ini saya dapat dari mbak meta.

Emang Enak Jadi Dokter?

"Jadi dokter itu enak. Tinggal usap-usap 5 menit, ngobrol sebentar, uangnya banyak. Bisa ke luar negeri bolak/i, mobil mewah, rumah gede."

Ada yang punya pikiran seperti itu? Saya yakin banyak. Banyak banget malah. Makanya engga heran banyak orangtua yang mencita-citakan anaknya menjadi dokter. Bener engga?:p 


Beberapa hari yang lalu ada perayaan hari dokter nasional. Saya iseng-iseng googling tulisan dengan keywords "Dokter di Indonesia". Yang keluar dari sana kebanyakan adalah tulisan dokter yang menuntut perbaikan nasib, kasus dokter yang dituntut malpraktik sampai curhat dokter di istana negara soal tunjangan yang minim.

Gegara membaca tulisan-tulisan tadi saya jadi sedikit banyak ikut merenung. Di masyarakat luas, yang banyak diketahui adalah profesi dokter merupakan profesi terhormat yang gampang untuk sukses (baca: kaya raya) . Bahwa dokter banyak bermain kotor dengan pabrik obat sehingga gampang sekali meresepkan obat mahal untuk pasiennya yang bahkan mungkin tidak diperlukan. Bahwa dokter, dengan bayarannya yang terhitung mahal, harus siap siaga 24 jam tanpa boleh salah.

Banyak (banget) yang masyarakat umum tidak ketahui.

Sekolah dokter itu lama. Dan mahal. Saya ingat, sewaktu masih kuliah dulu, saya sempat malu hati ketika teman-teman SMA saya satu persatu lulus dan mulai bekerja di berbagai perusahaan. Ada yang cerita ke saya bahwa gaji pertamanya langsung dibelikan sepatu bermerk untuk ibunya. Sementara saya? Boro-boro gaji pertama, untuk bisa ujian semester saja masih harus meminta pada mama. Bukan rahasia lagi kalau buku kedokteran harganya mahaaaal. Jaman saya sepuluh tahun yang lalu, harga buku atlas anatomi Sobotta (yang hanya terpakai satu semester) satu setnya mencapai hampir 2 juta rupiah. Itu baru satu mata kuliah lho. (Kalau ada yang nyeletuk "fotokopi aja!"--> pasti engga tahu deh atlas tuh yang kayak gimana:)))) ). Belum lagi untuk mata kuliah yang lain.

Saya engga pernah beli buku textbook karena "kasihan" pada mama saya yang single parent. Jadilah saya rajin sekali menginap di rumah sahabat untuk nebeng belajar dari bukunya. Untuk buku-buku semacam atlas, saya foto pakai handphone supaya bisa berulang-ulang dipelajari. Terkadang saya dapat pinjaman dari sepupu. Hahaha, ngirit ya. Saya juga sangat rajin mencatat setiap kuliah dosen. Bukan karena saya pintar atau termasuk anak rajin-yang-mau-dapat-nilai-bagus-tiap-ujian. Bukaaaan. Alasannya simple, hanya karena saya engga punya uang untuk beli buku mahal, dan juga engga punya uang untuk membayar semester pendek kalau-kalau ujian saya tidak lulus. Daripada menghabiskan waktu liburan untuk semester pendek, lebih baik saya bekerja mencari uang buat jajan. Alhamdulillah, saya masih bisa membagi waktu dengan baik untuk bekerja sambilan. Jadi penyiar, presenter, MC, penulis kontributor di majalah, apa sajalah yang saya bisa kerjakan. Saya bahkan pernah melamar jadi SPG lho! Hanya saja begitu melihat seragam yang harus saya pakai, duh engga jadi deh:p

Ada yang bilang "Iyaa, engga apa-apalah. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Nanti kan setelah lulus dokter bisa cari uang yang banyak." Really?

Setelah lulus dokter, saya langsung diterima bekerja di klinik yang cukup punya nama. Gedungnya bertingkat, full AC, berlift dan kebanyakan pasiennya adalah orang kantoran yang bekerja di gedung yang sama. Pikiran orang (termasuk teman kost saya) waktu itu selalu "Wah kan kamu udah dokter, udah kerja, pasti kaya raya." Sayang sekali, asal tahu aja nih, "gaji" yang saya peroleh adalah harian. Setiap hari, saya diberi uang duduk Rp. 6000,00 saja. Kebayang engga, langsung habis kepotong uang parkir:))) Kalau ada pasien lain lagi, per orangnya saya mendapat tambahan RP. 5.000,00. Alhamdulillah, sedikit pun tidak pernah saya sesali.

 Kalau mau hitung-hitungan, uang yang saya dapatkan dari "pekerjaan sambilan" saya jauuuuh lebih banyak dibandingkan dengan menjadi dokter. Selain itu, bekerja sebagai penyiar tidak berisiko tinggi, setidaknya engga bawa-bawa nyawa orang. Menyenangkan pula, bisa bertemu dengan artis-artis, mendengarkan lagu terbaru, tempatnya berAC, tanpa modal, dengan jam kerja yang masuk akal. Saya masih bisa nongkrong di mall, nyalon atau sekedar membaca buku di rumah. Lebih masuk akal dibanding dokter yang sepertinya harus menjadi seperti dewa, tidak boleh berhenti bekerja. Tapi saya engga pernah menyesal sedikit pun menjadi dokter walaupun kenyataannya "bayarannya" tidak sebanyak yang dibayangkan orang.

Kenapa?

Sejak kecil dulu, papa yang dokter selalu menyadarkan saya, boleh-boleh saja bercita-cita jadi dokter. Tapi luruskan dulu tujuannya. Mau apa? Mau kaya? Jangan. Mau bisa keliling luar negeri? Jangan. Mau punya rumah mewah? Jangan. Mau punya mobil banyak? Jangan. Just dont. Kalau itu yang dicari, sebaiknya cari pekerjaan lain saja. Pengusaha atau bekerja di perusahaan asing sepertinya akan lebih menjanjikan. Kalau papa saya bilang sih "Kalau mau kaya jadi penyanyi kayak Britney Spears aja:p" (Harap maklum, waktu itu si Britney lagi happening berat).

Papa saya selalu bilang, menjadi dokter adalah amanah. Tidak semua orang 'terpilih' untuk mendapat amanah tersebut. Jangan sekali-kali terpikir untuk mencari uang dari menolong orang. Engga munafik, sebagai manusia pun tentu kita membutuhkan uang untuk hidup. Tapi papa saya yakin, kalau kita menolong orang, Allah akan membalas dengan selalu menolong kita untuk tetap bertahan hidup. Papa saya dulu adalah seorang dokter anak satu-satunya di suatu kecamatan di desa kecil. Pasiennya banyaaaaak sekali. Saya ingat betul, beliau jarang bisa beristirahat. Setiap saat, ada saja pasien yang mengetuk pintu rumah, bahkan di jam 1 pagi. Yang kejanglah, yang sesaklah, selalu ada. Setelah dilayani, banyak yang tidak membayar. Papa saya engga pernah marah. (Palingan anak cewek satu-satunya yang judes ini protes:p). Tapi memang Allah maha adil, alhamdulillah keluarga kami selalu mendapat rejeki. Adaaaaaa saja jalannya.

Papa selalu mengingatkan saya, menjadi dokter memang berat. Anggap saja menabung bekal di akhirat kelak. Insya Allah, niat baik selalu diketahui Allah SWT.

Saya jadi ingat postingan yang bersliweran di Path kemarin. Sudah lihat belum?
Ada yang membandingkan dokter dengan buruh. Dengan pendidikan terakhir SMP, buruh menuntut gaji kepala 3 koma sekian juta. Sementara dokter yang belajar dan sekolah sekian lama serta mahal, di pelosok dimana listrik pun kadang ada kadang engga "hanya" digaji pemerintah 1,2 juta/bulan. Itu pun selalu macet, terkadang baru keluar 3 bulan kemudian. Hari gini 1,2 juta/bulan? Mungkin banyak yang engga percaya, tapi begitulah keadaannya:)
Ada juga yang membandingkan dokter dengan anggota DPR. Ini sih saya no comment ah:p
Oke, sudahlah ya ngomongin soal "bayaran". Ada yang lebih penting dari ini.

Pernah terpikir engga, bahwa dokter yang sekarang sedang praktik di depan anda, yang tadi anda maki dalam hati karena membuat anda menunggu terlalu lama di dalam antrian baru saja visite atau mengunjungi pasien lainnya di ujung kota lainnya? Dokter ini tergesa-gesa menyetir dalam kemacetan untuk menemui anda sampai hampir mengalami kecelakaan lalu lintas?

Pernah terpikir engga, kalau dokter yang sedang menangani keluarga anda di malam hari bahkan belum menyentuh makanan sejak tadi pagi karena demikian sibuknya? Tidur terakhirnya mungkin saja sudah 2 hari yang lalu. Dengan tampang letih dan senyum yang bisa jadi dipaksakan, dokter ini dituntut melayani dengan performa terbaik, dengan fungsi mental yang sempurna.  Sementara anda sibuk membatin kenapa dokter ini tampak malas-malasan melayani anda.

Pernah terpikir engga, kalau dokter yang sedang memeriksa ayah anda malam hari (dan sempat membuat anda mengomel "kenapa malem banget sih datengnya") sedang sakit dan bahkan tidak mau beristirahat karena merasa bertanggungjawab dengan pasiennya? Ironi memang, saya mengenal banyak dokter yang akhirnya meninggal karena suatu penyakit. Dia sendiri mengetahui penyakitnya, tapi karena mengurusi orang lain, lebih sering mengabaikan keluhannya sendiri, lebih sering tidak mengikuti pola hidup sehat. Bagaimana mau hidup sehat kalau makan tidak teratur, tidur jarang-jarang, stress tingkat tinggi?

Pernah terpikir engga kalau dokter yang harus menerima telepon saat sedang melayani anda sebetulnya sedang dilapori pasiennya yang lain sedang dalam kondisi kritis? Saat anda lagi-lagi memaki dalam hati "Engga sopan banget ni dokter", dokter tersebut sedang berusaha menyelamatkan nyawa orang lain?

Pernah terpikir bagaimana perasaan dokter yang sedang memeriksa anak anda dan anda omeli dalam hati karena terkesan terburu-buru melayani anda. "Minta dibayar, tapi kok cepet-cepetan" Begitu mungkin anda membatin.  Pernah terpikir engga, bisa saja dokter tersebut sedang meninggalkan anak kandungnya yang panas tinggi di rumah, khawatir kejang tanpa pengawasan ibunya yang "lebih memilih" mengurusi anak orang lain?

Pernah terpikir engga kalau kasus malpraktik yang marak beredar disana-sini murni bukan mutlak kesalahan dokternya? Yang sering, pasien mengira atau menuntut malpraktik, padahal yang terjadi hanyalah perjalanan penyakit biasa. Saya pernah nih mengalami. Ada pasien anak yang terkena meningitis atau radang otak. Salah satu prosedur adalah pemeriksaan lumbal pungsi (mengambil cairan dari tulang belakang untuk menganalisa jenis bakteri). Tanpa atau dengan pemeriksaan ini, pasien meningitis juga bisa mengalami kelemahan atau kelumpuhan di anggota geraknya. Kebetulan pada saat itu, pasien ini langsung tidak bisa berjalan setelah dilakukan lumbal pungsi. Keluarga langsung menyalahkan dokter dan menganggap hal tsb malpraktik. Kesalahan dokternya memang karena kurang menginformasikan ini pada keluarga pasien. Dengan sekian banyak pasien yang mengantri, semua minta didulukan karena merasa lebih penting, wajar saja bukan manusia bergelar dokter ini luput?

Saya bukannya bilang dokter selalu benar. Sama seperti profesi apapun, yang namanya oknum pasti selalu saja ada. Saya engga menutup mata, memang ada OKNUM yang mencoreng nama baik dokter. Rajin meresepkan obat mahal yang tidak perlu untuk kejar setoran, adalah salah satu contohnya. Atau seperti yang saya baca hasil googling tadi, dokter mata duitan bisa saja memang ada. Tapi sama seperti oknum-oknum lainnya, tidak semua dokter begini. Saya yakin, masih banyak dokter yang mau melayani dengan hati. Perlu diingat baik-baik, bahwa dokter adalah manusia juga. Sama seperti anda, apapun profesinya. Manusia tidak ada yang sempurna, butuh istirahat, butuh makan, bisa lupa, bisa capek juga. Jangan berburuk sangka dulu, memang mudah menuduh malpraktik, menuduh tidak menghargai, menuduh mata duitan dan segala tuduhan lainnya. Mudah bukan berarti benar kan?

Masih berpikir dokter adalah profesi yang paling enak? Coba pikir sekali lagi:)
Read More...

Wednesday, March 13, 2013

Fitness, yeah!

Sejak 1 bulan yang lalu saya rajin mengikuti fitness, tentu saja dengan beberapa tujuan. Yang pertama saya ingin menguruskan badan saya (walaupun kata orang badan saya tidak begitu gendut) dan yang kedua saya ingin menjadi lebih sehat dengan mengikuti fitness ini. Tempat Fitness yang saya pilih adalah di Atlas Sport Club Surabaya, salah satu tempat fitness yang cukup lama ada di Surabaya. Kenapa saya memilih Atlas?

Pertama, ada teman saya yang merekomendasikan untuk fitness di atlas dan yang kedua tentu saja dekat dengan rumah saya. Hanya butuh sekitar 5 menit, bahkan kurang, untuk sampai di atlas dari rumah saya. Pilihan yang kedua ini yang justru membuat semangat untuk fitness, gara-garanya tempatnya yang begitu dekat dengan rumah, jadi saya tidak ada alasan untuk malas berangkat.

Well, sebulan saya fitness di atlas, saya merasa betah dan nyaman-nyaman saja. Tidak ada sesuatu apapun yang membuat saya ingin pindah dari atlas sampai saat ini. Karena 1 gedung Atlas memang didesain untuk berolahraga ini lah yang membuat saya merasa nyaman, walaupun setelah olahraga saya tidak mandi dulu di atlas (saya lebih suka mandi dirumah, hehe) dan saya cuek-cuek saja tuh. hahaha
Lain halnya bila tempat fitnessnya gabung dengan mall, kalau yang ini sih mau gak mau harus mandi dulu setelah selesai berolahraga. -.-

Nah, beberapa hari yang lalu, saya dan teman saya sedang jalan-jalan di Sutos. Biasa mumpung sedang weekdays, saya dan teman saya mengincar makanan yang diskon di Sutos (50% Lunch Saving in Sutos). Secara tidak sengaja saya dan teman saya lewat didepan Fitness Center di Sutos.  Saya iseng kepengen nanya berapa harga member di Gym tersebut (siapa tau lebih murah dari atlas, ehehehe). Okay, harga yang ditawarkan oleh salesnya cukup menggiurkan, secara waktu itu sedang ada promo 199.000 tidak terbatas hari. mau masuk berapa kalipun terserah. Selain itu, saya dan teman saya pun diajak berkeliling Gym untuk melihat fasilitas dan alat-alat yang ada di gym tersebut. Mewah, jelas. Tapi hal yang membuat saya mengurungkan niat adalah dimana saat membayar iuran member, harus menggunakan Kartu, bisa Credit Card atau Debit. Dan tiap bulannya akan terpotong otomatis. Saya mana mau yang begituan. Mending Cash saja. Selain itu kalaupun kita mau berhenti nge-gym, urusannya agak ribet, menurut saya sih.

And finally,
Saya tetap memilih untuk fitness di tempat fitness pilihan pertama saya, Atlas. Tidak ribet dan kalu mau berhenti ya tinggal berhenti saja. Fasilitas yang didapat pun sama, ada kelas Aerobic, RPM, sauna, steam, kolam renang, dll.
Berikut ini saya sertakan harga Iuran Member di Atlas Sport Club:
GOLD: IDR 400.000
Student: IDR 200.000 (untuk Student ada Student AM dari jam 06.00-12.00 dan Student PM 12.00-18.00)

Thanks for reading :)
Read More...

Tuesday, February 19, 2013

Waspadai Cermin Dua Arah!!!!

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Disini saya ingin berbagi informasi yang saya dapatkan dari facebook kepada anda, terutama untuk kaum perempuan. Silahkan dibaca dan semoga semuanya lebih berhati-hati kedepannya.
Mohon disimak :D

Ketika anda masuk ke toilet umum, kamar hotel, fitting room, restoran, salon, spa dll, kebanyakan dari anda yakin bahwa cermin yang menggantung di dinding kelihatannya seperti cermin biasa. Tapi sesungguhnya itu memang benar-benar cermin BIASA atau itu cermin 2 ARAH (orang di belakang cermin itu bisa melihat anda, dan anda tidak dapat melihat mereka), seperti cermin pada ruang interogasi kantor polisi yang sering kita saksikan di film.

Banyak kasus dimana orang iseng memasang cermin 2 ARAH di dalam ruang ganti pakaian wanita atau di toilet wanita, terkadang ini ulah nakal OKNUM disitu tanpa sepengetahuan pemilik toko / resto / hotel / salon / spa.

Sangat sulit mengidentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja. Bagaimana menentukan dengan pasti apakah cermin itu adalah cermin BIASA atau cermin 2 ARAH??

LAKUKAN TEST SEDERHANA dengan TEST KUKU JARI
Caranya, letakkan ujung kuku anda di atas permukaan cermin, seperti gambar dibawah ini.
Test Kuku Jari
Jika ADA jarak (gap) antara kuku dan bayangan kuku anda di cermin, bisa dikatakan itu adalah cermin BIASA... Aman!

Jika TIDAK ADA jarak (gap), artinya kuku anda langsung menyentuh bayangan kuku anda di cermin itu adalah cermin 2 ARAH... Sebaiknya Segera Tinggalkan ruangan itu!

Ini cara sederhana tapi efektif, anda bisa menyelamatkan diri anda , anak gadis anda, teman wanita anda dari 'perkosaan visual'.
Banyak wanita tidak menyadari telah menjadi korban, ingat kasus beberapa tahun lalu sekelompok artis direkam aktivitasnya di sebuah toilet studio photo.

Meski anda bukan artis, hal ini tetap dapat menjadi alat PEMERASAN dan lain-lain. Teknologi sekarang memudahkan mereka beraksi merekam aktivitas pribadi anda di toilet dengan HP seharga 500 ribu!! Bayangkan kalau itu di-upload di internet via Facebook, Twitter dan lain-lain. 

Ingatlah selalu.. Setiap kali anda melihat cermin di tempat umum, lakukan TEST KUKU JARI...!!

*CARA ini mudah dilakukan dan ini mungkin bisa menyelamatkan anda dari "PERKOSAAN VISUAL" !

Info tambahan : Hati-hati ketika masuk diruangan (misalnya dikamar hotel), apabila tiba-tiba sinyal HP anda hilang, bisa jadi disitu ada micro camera yang sedang mengamati anda..

Semoga Bermanfaat :D
Read More...

Monday, February 18, 2013

Cara Membuat Efek Salju, Bunga, Daun Berjatuhan di Blog

Selamat pagi...
Mungkin postingan mengenai salju, bunga, dan daun berjatuhan di blog ini sudah banyak diposting oleh beberapa orang. Tapi mungkin beberapa tidak disertai dengan gambar, karena itulah saya juga menambahkan beberapa gambar untuk memudahkan para blogger newbie...
Selamat Mencoba :)

Cara Membuat Efek Salju/Bunga/Daun Berjatuhan di Blog:
1. Login ke blogger ( www.blogger.com ) dan masukkan email dan password anda.
2. Cari menu seperti nomer (1) dibawah ini, dan pilih Tata Letak.
3. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini, dan pilihlah "Tambahkan Gadget".


4. Kemudian pilih HTML/Javascript


5. Masukkan kode Efek Salju/Bunga/Daun Berjatuhan (pilih yang anda suka) seperti dibawah ini, dan pilih simpan.

6. Selanjutnya lihat blog anda, dan efek salju/bunga/daun berjatuhan pun muncul, seperti yang ada di blog saya ini adalah contoh efek salju berjatuhan.


Kode untuk Efek Salju Berjatuhan:
Liat Disini Efek salju

Kode untuk Efek Bunga Berjatuhan:
Liat Disini Efek Bunga

Kode untuk Efek Daun Berjatuhan:
Liat disini Efek Daun


Nah, silahkan percantik blog anda. Selamat Mencoba, dan semoga bermanfaat.
Terima Kasih









Read More...

Saturday, February 16, 2013

The Moon That Embraces The Sun

*menarik nafas

Saya akhirnya pasrah dengan tampilan template blog saya. Gak tau cara gantinya sih. Silahkan liat tampilan blog saya sebelumnya untuk lebih jelasnya.

Disini saya ingin posting film korean drama yang RECOMMENDED untuk ditonton. Judulnya agak panjang pembaca, "The Moon That Embraces The Sun", jadi kadang saya dengan teman saya cuma menyingkat dengan "moon" saja. ahahaha


Film ini dibintangi oleh Kim Soo Hyun (dream high) sebagai Lee Hwon atau Rajanya dan Ha Ga In sebagai Wol/Heo Yeon Woo. Heo Yeon Woo, yang berumur tiga belas tahun dipilih menjadi Puteri Mahkota Joseon sampai Ibu Suri merencanakan rencana keji melawannya dan dengan diam-diam memerintahkan untuk membunuhnya. Dengan bantuan dari sihir shaman yang sangat kuat, Yeon Woo berhasil meloloskan diri tapi kehilangan ingatannya. Semua orang percaya kalau dia sudah meninggal, termasuk Pangeran Mahkota Hwon, yang mana akan menikah dengannya.
Delapan tahun kemudian, Yeon woo kembali sebagai seorang shaman bernama Wol. Dia masih tak dilupakan oleh orang-orang yang dulu ia tinggalkan, dan takdirnya masih berkait dengan Hwon, yang sekarang menjadi Raja. Dengan tujuan untuk mendapatkan kembali apa yang hilang darinya, Wol harus berhadapan dengan Ratu Joseon yang sekarang, ayah sang Ratu, dan Ibu Suri dengan maksud untuk mengambil kembali posisi yang seharusnya ia tempati, sebagai Ratu Joseon.

Berlatar belakang korea jaman dulu, film ini sangat menarik untuk ditonton. Terutama pemerannya yang cakep-cakep. ahahaha
Jujur, saya awalnya kurang begitu suka dengan film korea yang berlatar belakang jaman dulu, karena menurut saya membosankan. setelah saya menonton "moon" dan "faith", tidak ada salahnya menonton film korea jaman dulu. Yaaa, kalau ceritanya bagus kenapa gak ditonton?
Film ini mengajarkan saya bagaimana arti sebuah persaudaraan yang begitu besar bila dibandingkan dengan tahta raja dan kekuasaan, Pangeran Yang Myung Gun menunjukkan hal itu. How about you? :D
Read More...

Template Blog Tidak Bisa Diganti

Jam sudah menunjukkan pukul 20.05 WIB, saya masih saja belum bisa mengganti template blogger saya. sudah download beberapa template, tetapi ketika hendak dipasangkan ke blog saya, selalu tidak bisa.
Hampir putus asa rasanya. Sudah dicoba berkali-kali pun tetap tidak bisa. :(
hiks
Ada yang tau cara mengatasinya gak? T.T
Kalimat ini yang selalu muncul, dan saya tidak ahu bagaimana cara mengatasinya :(


Read More...

Tuesday, January 8, 2013

Faith Korean Drama

Faith @ the Great Doctor

Drama korea yang bergenre Historical, romance, time travel dan fantasy ini dimainkan oleh Lee Min Ho sebagai Choi Young dan Kim Hee Sun sebagai Yoo Eun Soo. Awal cerita, Choi Young yang bekerja sebagai pengawal kerajaan (jaman dulu) sedang mengawal raja dan ratu dimana saat itu sedang hujan. Mereka memutuskan untuk bermalam di sebuah penginapan karena kapal yang akan mereka naiki sedang tidak ada. Malamnya saat di penginapan, Choi Young dan kawan-kawan diserang oleh sekelompok orang yang ingin membunuh ratu. Akibat penyerangan malam itu, leher ratu robek karena tebasan dari penyerang. Tabib kerajaan berkata bahwa yang bisa menyelamatkan ratu adalah Tabib Agung, yang konon dulu sangat mahir dalam membedah. Choi young berusaha mencari tabib agung dengan masuk ke dalam gua yang ternyata adalah mesin waktu, yang menghubungkannya dengan tahun 2012, dan bertemu dengan Yoo Eun Soo....


Lee Min Ho as Choi Young 










Cakep ^-^


Romantisnyaaa >.<
Read More...